Bagaimana Masyarakat Mencegah Covid

Kebijakan pemerintah yang sering kali berubah turut menambah peluang pada masyarakt untuk tetap beraktifitas di luar rumah sebagaimana biasanya. Hal ini ditandai dengan jalananpun tetap ramai seperti tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan karena corona. Jika kesadaran masyarakat belum juga membaik, maka penurunan grafik penderita covid-19 ini akan sangat lama dicapai. Jika Anda memiliki penyakit atau gejala, berusahalah untuk tidak menularkan virus kepada orang. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi orang lain agar tidak tertular penyakit. Membersihkan rumah dan sekitar meja kerja di kantor bisa meminimalkan paparan virus.

Ini sebaiknya mencakup makanan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, atau makanan yang tahan lama; obat-obatan yang umum dikonsumsi; dan obat-obatan dasar termasuk penghilang nyeri. Pedoman saat ini menyatakan bahwa obat Ibuprofen harus dihindari karena meningkatkan potensi komplikasi COVID-19. Jika Anda mengenal tetangga yang berusia lanjut atau memiliki kondisi kesehatan lain, hubungi mereka, idealnya melalui telepon. Anda juga dapat mengirim surat untuk menawarkan bantuan dengan menyelipkannya lewat pintu. Anda bisa mengetuk pintu tetangga Anda untuk mengecek apakah mereka baik-baik saja, tetapi berdirilah agak jauh dari pintu dan pertahankan jarak dua meter.

Menghindari Covid

Saat masker dibuka, otomatis tidak ada perlindungan terhadap bagian mulut dan saluran pernafasan. Lalu masker juga bisa kotor karena tertempel keringan dari dahi dan dagu. PON Papua diharapkan menjadi momentum kebangkitan masyarakat Indonesia dari pandemi COVID-19 yang melanda. Direktur RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan, RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan nantinya hanya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan gejala berat hingga kritis. “Kita tidak juga bisa melarang kalau zona hijau, mereka salat Id. Tapi dengan prokes ketat, jaga jarak dan sebagainya,” kata Azrul. Ventilasi atau sirkulasi udara dalam gedung harus menjadi perhatian karena bisa menjadi faktor penyebab megaklaster penularan.

Di saat genting seperti ini, penting untuk tetap tenang dan menghindari stres. Saat stres, imun tubuh biasanya akan menurun dan tubuh cenderung terserang penyakit. Oleh karena itu, tetaplah berpikiran positif dan jangan biarkan panik menyerangmu. Tubuh yang sehat dan kuat akan bekerja lebih baik dalam menangkal serangan dari luar, termasuk virus.

Semakin hari, jumlah korban akibat virus corona memang semakin bertambah. Karenanya, penting bagi setiap orang, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, untuk menjaga kesehatan dan menghindari banyak aktivitas di luar. Salah satu protokol yang sering digencarkan di sosial media ialah jaga jarak aman atau physical distancing minimal 1 meter.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala seperti meminum obat demam, minum banyak air hangat, dan beristirahat. Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak bersih. Jangan asal duduk dan meletakkan kedua tangan di meja saat tiba di restoran. Bersihkan dulu meja menggunakan tisu kering dan tisu basah yang mengandung alkohol minimal 60%. Disinfeksi meja makan penting untuk mematikan virus yang menempel.

Artinya, Anda akan mengalami gejala terinfeksi virus Corona jika virus tersebut terhirup atau sampai tertelan masuk ke dalam tubuh. Jika seseorang yang terinfeksi virus bersin di tangan mereka, kemudian menjabat tangan Anda, maka Anda tidak akan tertular virus tersebut. Tetapi, jika setelah itu Anda menyentuh mulut, mata, atau hidung Anda, kemungkinan virus itu bisa masuk ke dalam tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia mengimbau agar masyarakat tidak memandang remeh penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan.

Gunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, keyboar dan mouse, alat dapur, sakelar lampur, gagang laci, pegangan tangga. Vitamin C berperan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena bisa memacu produksi sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi. Sayuran yang kaya vitamin C antara lain brokoli sebanyak 50mg, 1 buah paprika seberat 45 g mengandung 109.1 mg, bayam sebanyak 28 miligram per 100 g. Kamu juga bisa menemukan vitamin C di buah-buahan seperti jeruk dengan kandungan mg vitamin C per buahnya, jambu biji dengan kandungan 200 mg, pepaya 94 mg, kiwi 84 mg, stroberi 52 mg, dan nanas mg. Konsumsi minuman berbahan rempah-rempah seperti jahe merah juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Virus corona juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus.

Cuci tangan sebelum dan sesudah membuang sarung tangan dan masker. Jika mencuci tangan menggunakan air dan sabun, handuk kertas sekali pakai direkomendasikan. Jika tidak tersedia bisa menggunakan handuk bersih dan segera ganti jika sudah basah.