Dampak Pandemi Virus Corona Terhadap Dunia

Turbulensi ekonomi world akibat pandemi Covid-19 terjadi bersamaan dengan memburuknya hubungan dagang antara Amerika dan Tiongkok. Hal ini menyebabkan negara-negara yang tergabung dalam Global Value Chain harus mengoreksi kembali kelangsungan jaringan produksinya. Akibatnya, banyak negara cenderung lebih menyelamatkan kondisi ekonomi nasionalnya dengan menerapkan proteksi dan nasionalisasi produk dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi. Untuk itu, Wiku berpesan bahwa seluruh upaya penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sudah sepatutnya menjadi modal emas pembelajaran bagi bangsa Indonesia. Pembelajaran ini dalam hal menghadapi tantangan, khususnya wabah penyakit menular yang berpotensi dapat terjadi di kemudian hari dan dialami generasi berikutnya. Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional , pemerintah fokus membantu sektor perekonomian untuk bertahan dan juga pulih pada masa pandemi Covid-19.

Tim periset Visi berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, dengan pengalaman terlibat dalam pembuatan beragam kebijakan di bidang komoditas, perdagangan, dan program komunikasi. Hasil kajian-kajian yang bermanfaat bagi masyarakat luas dituangkan dalam portal berbasis knowledge validnews.id. “Sebanyak 42,fifty one persen pekerja dengan gaji Rp three juta sampai 4,eight juta juga mengalami penurunan pendapatan.

Saat ini, masalah yang di timbulkan dari virus Covid-19 tidak hanya persoalan kesehatan, namun juga menyangkut perekonomian world. Dampak yang cukup besar di rasakan diberbagai Negara khususnya di Indonesia dengan adanya pandemi ini adalah melemahnya sektor ekonomi. Virus Covid-19 ini telah mengakibatkan krisis ekonomi yang sangat dalam dan berdampak bagi kehidupan masyarakat.

Akibat dari Pandemi

Apalagi pemerintah mengimbau untuk tetap berada di rumah, termasuk bagi mereka yang bekerja pun harus dirumahkan dalam arti bekerja dari rumah untuk memutus rantai penyebaran virus. Guncangan ekonomi mulai dirasakan ketika ‘ketidakberdayaan’ sebagai Daftar Poker Online virus corona ini dihantam dengan tekanan hidup. Di satu sisi mereka dituntut untuk bisa menghadapi situasi dan kondisi agar tetap survive, namun di sisi lain mereka pun dihadapkan pada beban tanggungan seperti biaya hidup sehari-hari, baik konsumsi maupun biaya-biaya lain termasuk cicilan kredit.

Biaya penanganan pandemi itu menyebabkan defisit APBN meningkat menjadi Rp1.039,2 triliun atau 6,34% PDB. Angka itu melonjak tajam dari yang diperkirakan pemerintah RI sebelum pandemi, yakni Rp307,2 triliun (1,72%). Ekonomi China pada kuartal I memang sempat minus hingga 6,8% akibat lockdown yang diterapkan untuk meredam pandemi.

Bahkan virus Covid-19 ini telah melumpuhkan aktivitas manusia di seluruh penjuru dunia. Dirinya menjelaskan, dari sisi pengusaha, pandemi Covid 19 menyebabkan terhentinya kegiatan usaha dan rendahnya kemampuan bertahan pengusaha. “Hasil survei mencatat 39,four persen usaha terhenti, dan 57,1 persen usaha mengalami penurunan produksi. Sebanyak 24% pengusaha mampu bertahan selama 3-6 bulan, 11% mampu bertahan selama 6-12 bulan ke depan, dan 24% mampu bertahan lebih dari 12 bulan. Demikian juga dengan jumlah pesangon yang dibayarkan, secara rerata di Indonesia mencapai 52 minggu. Jauh lebih mahal daripada negara peer-nya seperti Thailand , Vietnam , Filipina , dan Malaysia .

Namun, di antara keberagaman tersebut, upaya karantina menjadi penanganan yang umum dilakukan. Agar masalah kebijakan tersebut dapat diredam, harus ada upaya bersama untuk menindaklanjutinya. Prof. Nandang menjelaskan, tindak lanjut kebijakan harus terus diupayakan oleh sektor eksekutif, dilakukan pengawasan oleh sektor legislatif, dilakukan peninjauan judisial, serta perbaikan lain yang bersifat potensial. Dalam kacamata ekonomi, Prof. Sucherly menjelaskan, perubahan situasi saat Covid-19 berpotensi melahirkan ancaman pelemahan ekonomi. Karena itu, diperlukan strategi yang baik untuk menghasilkan keputusan kebijakan yang tepat. Zhang Ming, periset dari Chinese Academy of Social Sciences seperti dilansir SCMP mengatakan pemerintah China sudah belajar dari stimulus besar-besaran yang menyebabkan menggunungnya utang, ditambah pembelanjaan yang tidak berguna.

Masyarakat menjerit karena banyak yang tidak bisa bekerja mencari nafkah, sementara itu kebutuhan hidup tetap menuntut. Tulisan ini memaparkan bagaimana mencari peluang usaha yang tepat di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Masalah ketenagakerjaan yang muncul akibat pandemi Covid-19 antara lain pekerja dirumahkan, bekerja dari rumah, pembayaran upah, dan pemutusan hubungan kerja . Seperti ras evolusi Darwin, tidak selalu yang terkuat yang bertahan, tetapi yang paling mudah beradaptasi. Kita optimis, semua pihak dapat memainkan peran, sehingga dapat “beradaptasi” di tengah turbulensi ekonomi world akibat pandemi Covid-19.